Cerita Terjebak di Negara Arab Miskin, Sudah Bayar Rp 8 Juta Tapi...

1 week ago 15
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ribuan migran asal Somalia yang mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri kini menghadapi realitas ekonomi yang brutal di Yaman. Mereka yang berharap menjadikan Yaman sebagai batu loncatan menuju negara-negara Teluk yang kaya minyak, justru terjebak dalam kemiskinan ekstrem di kota Aden yang disebut "Little Mogadishu".

Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab, telah dilanda perang selama lebih dari satu dekade yang menyebabkan pengangguran massal, kekurangan pangan, dan kehancuran infrastruktur. Keadaan ini membuat migran Afrika, yang mencari pekerjaan di sektor konstruksi atau rumah tangga di negara-negara Teluk, kesulitan mendapatkan pijakan.

Abdullah Omar (29), seorang ayah empat anak asal Somalia, menggambarkan realitas yang dihadapinya. Setelah membayar US$500 (Rp8,37 juta) kepada penyelundup lebih dari setahun lalu untuk melarikan diri dari Somalia, di Yaman, ia hanya mampu mencuci mobil dengan upah beberapa dolar sehari.


"Beberapa hari kami makan, beberapa hari terserah Tuhan. Begitulah hidup," kata Omar, dikutip AFP.

Kondisi putus asa ini mendorong Omar untuk mendaftar program repatriasi PBB. Ia mengakui tak ada juga celah untuk mendapatkan pekerjaan.

"Di sini saya tidak punya apa-apa... Tidak ada pekerjaan, tidak ada uang, dan tidak ada sekolah untuk anak-anak," tandasnya.

Survei Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengonfirmasi tren ini, di mana 56% warga Somalia yang kembali menyebut "kurangnya peluang pendapatan" di Yaman sebagai alasan utama mereka ingin pulang. Ironisnya, arus migrasi ke Yaman masih terjadi.

Menurut PBB, sekitar 17.000 warga Afrika tiba di Yaman pada Oktober, meningkat 99% dari bulan sebelumnya, didominasi oleh warga Somalia dan Djibouti. Namun, kenyataannya, hampir 19,5 juta orang di Yaman, lebih dari separuh populasinya, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Meskipun Somalia masih dilanda perang saudara oleh pemberontak Al-Shabaab, ibu kota Mogadishu telah mengalami stabilitas relatif, dengan adanya ledakan konstruksi di beberapa bagian kota. Harapan tersebut menjadi penarik bagi para migran yang terjebak di Yaman.

Ahmed Abu Bakr Marzouk (58), yang datang ke Yaman 25 tahun lalu, kini memutuskan kembali karena tidak ada pekerjaan selama tiga atau empat tahun terakhir di Yaman. Marzouk pasrah dengan masa depannya.

"Jika perdamaian kembali (ke Yaman), saya akan kembali," katanya. "Jika tidak, saya tidak akan kembali,".

Program kepulangan sukarela PBB (UNHCR) kini menjadi penyelamat, menyediakan transportasi gratis dan uang tunai untuk membantu transisi kembali ke negara asal. PBB telah merepatriasi lebih dari 500 warga Somalia tahun ini dan merencanakan sekitar 450 orang lagi menyusul di akhir tahun.

(tps/șef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article