Kuasa Hukum: Whistleblower Dikriminalisasi, Bertentangan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi

1 month ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Whistleblower Dikriminalisasi, Bertentangan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi Ilustrasi(Dok Freepik)

UPAYA pemerintah dalam memberantas korupsi dinilai masih belum menunjukkan hasil nyata. Meski Presiden Prabowo telah menegaskan komitmennya untuk menindak praktik rasuah, langkah aparat penegak hukum justru dinilai belum sejalan. Hal itu tampak dari kasus yang menimpa seorang whistleblower, Hendra Lie, yang malah dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara setelah mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan oleh pengusaha Fredie Tan.

“Seharusnya negara memberikan perlindungan terhadap pihak yang berani mengungkap dugaan korupsi, bukan malah memenjarakan mereka,” tegas kuasa hukum Hendra Lie, Henry Yosodiningrat dalam keterangannya, Sabtu (8/11).

Menurutnya, tindakan pengadilan tersebut bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi yang menjadi prioritas nasional.

Kini, Hendra bersama tim penasihat hukumnya telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta, dengan harapan masih ada ruang bagi keadilan di negeri ini.

"Kami percaya, hukum seharusnya menjadi alat menegakkan keadilan, bukan alat untuk membungkam suara rakyat,” ujarnya.

Hendra Lie sendiri dikenal sebagai pihak yang aktif mengungkap dugaan korupsi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta, di antaranya PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., PD Pasar Jaya, dan PT Jakarta Propertindo.

Ia menduga adanya kerja sama janggal antara ketiga BUMD tersebut dengan tujuh perusahaan swasta milik Fredie Tan, yang diduga menyebabkan kerugian negara hingga belasan triliun rupiah.
Namun alih-alih ditindaklanjuti, laporan Hendra justru berujung pada tuduhan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE.

"Ini sangat ironis, karena laporan yang bersumber dari lembaga resmi negara seperti Ombudsman RI malah dijadikan dasar pemidanaan,” katanya lagi.

Keanehan dalam kasus ini juga diungkap oleh Prof. Hendri Subianto, akademisi Universitas Airlangga sekaligus ahli yang turut menyusun UU ITE. Ia menilai pasal yang digunakan dalam dakwaan terhadap Hendra sudah tidak berlaku lagi. Menurut Subianto, pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 seharusnya tidak digunakan karena telah digantikan oleh pasal 45 ayat (4) jo pasal 27A UU Nomor 1 Tahun 2024.

“Persidangan di tahun 2025 harus tunduk pada aturan yang berlaku. Penggunaan pasal lama jelas cacat hukum,” jelas Henry.

Kuasa hukum Hendra Lie menambahkan, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Jika orang yang melaporkan korupsi bisa dipidana, maka siapa lagi yang berani bersuara?” ucap Henry.

Kasus dugaan korupsi tersebut pun telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung melalui Jampidsus dan berharap agar penyelidikan dilakukan secara terbuka dan profesional.

“Yang dilakukan klien kami bukan menyebar fitnah, tapi mengutip fakta dan rekomendasi resmi dari Ombudsman. Negara seharusnya berterima kasih, bukan menghukum,” tutup Henry. (E-4)

Read Entire Article