INFO NASIONAL - Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas menganugerahkan penghargaan kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam ajang Baznas Award 2025 di Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2025.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Muhaimin dalam mendukung gerakan zakat dan pemberdayaan masyarakat. Baznas menilai peran kementerian yang dipimpinnya sangat strategis dalam mengintegrasikan program pemerintah dengan gerakan zakat nasional untuk menanggulangi kemiskinan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Muhaimin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan. “Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya Baznas, yang terus bergerak aktif dalam upaya mengatasi kemiskinan. Saya berharap Baznas beserta seluruh jajarannya menjadi bagian integral dalam pemberdayaan masyarakat,” ucap Muhaimin.
Ia pun menginginkan kerja sama antara pemerintah dan Baznas harus terus diperkuat. “Semoga kerja sama ini dapat mendorong orientasi baru pembangunan nasional yang berlandaskan kebersamaan, serta mampu menjawab problematika umat di seluruh tanah air,” ujarnya.
Sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Muhaimin melanjutkan, paradigma pembangunan nasional mengalami perubahan signifikan. Pemerintah kini tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, melainkan juga mengedepankan pemberdayaan sosial yang lebih berkelanjutan agar masyarakat miskin bisa mandiri dan meningkatkan kualitas hidup.
Indonesia masih menghadapi tantangan besar, sekitar 3 juta penduduk miskin ekstrem dan 25 juta masyarakat miskin relatif. Karena itu, ia menilai peran Baznas semakin penting untuk memperkuat gotong royong nasional dalam menekan angka kemiskinan.
Namun Muhaimin optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem dapat tercapai. Ia menyebut pemerintah berkomitmen menekan angka 3 juta penduduk miskin ekstrem hingga menjadi nol pada tahun 2026 melalui program-program pemberdayaan yang melibatkan banyak pihak, termasuk kolaborasi bersama Baznas.
Lebih jauh, Pemerintah Indonesia menargetkan angka kemiskinan nasional turun maksimal 4 persen pada 2029. Dalam empat tahun ke depan, minimal 3 persen penduduk miskin diharapkan dapat terentaskan. Menurut Muhaimin, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh elemen bangsa.
“Tidak ada jalan lain kecuali kita bahu-membahu menuntaskan kemiskinan dan mewujudkan pemberdayaan masyarakat. Gotong royong menjadi kunci agar masyarakat miskin bisa naik kelas menuju kemandirian,” ucap menteri yang acap disapa Cak Imin.
Muhaimin menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Menurutnya, Baznas hadir sebagai solusi nyata dalam menggerakkan solidaritas umat. “Terutama dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat, khususnya penanggulangan kemiskinan,” kata dia.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus menjaga persatuan dan solidaritas. “Kita patut bersyukur dan bangga menjadi bagian dari pembangunan solidaritas gotong royong untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Baznas hadir sebagai solusi, dan mari kita bersama-sama, seluruh kekuatan umat Islam, bergandengan tangan dalam mewujudkan pemberdayaan serta penanggulangan kemiskinan,” ujarnya. (*)