Putri Gus Dur Bilang Gelar untuk Soeharto Diktator, bukan Pahlawan

1 month ago 27
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

PUTRI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Anita Wahid, tegas menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto. Anita mengatakan, tanpa mewakili keluarga Gus Dur, secara pribadi menolak gelar pahlawan untuk Soeharto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Apakah memang saya menolak atau menerima Pak Harto diberikan gelar pahlawan nasional. Itu jelas, saya menolak,” kata Anita dalam diskusi #SoehartoBukanPahlawan di Jakarta pada Sabtu, 8 November 2025.

Anita menyatakan menolak gelar pahlawan Soeharto, tapi bukan berarti melupakan pembangunan yang sudah dibuat presiden ke dua itu. Menurut dia, Soeharto berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia, tapi juga membuat kerusakan.

Indonesia, kata dia, merupakan bangsa pemaar, tapi bukan berarti publik harus melupakan kerusakan besar yang dilakukan Soeharto. Ia pun membeberkan alasan mengapa ia menolak. 

Pertama, kata Anita, banyak yang berbicara soal rekonsiliasi dan memaafkan dosa Soeharto, tetapi luput menyinggung soal akuntabilitas. 

“Kita sudah terbiasa dengan hanya melihat di bagian memaafkannya saja. Kemudian berpikir bahwa apabila sudah memaafkan, maka sudah tidak perlu lagi ada akuntabilitas,” kata dia. 

Anita mengatakan akuntabilitas penting karena tidak bisa membiarkan orang yang melakukan kerusakan. Pengabaian akuntabilitas akan mengulangi kerusakan serupa, bahkan lebih parah. 

Alasan kedua, kata Anita, banyak pelanggaran HAM, represi, dan korupsi. Anita mengatakan korupsi yang dilakukan Soeharto sangat parah. Apalagi Soeharto masuk dalam sepuluh besar pemimpin negara dunia. 

“Yang ketiga itu adalah beliau meninggalkan legasi berupa otoritarian, bentuk otoritarian, dan kehancuran dari institusi-institusi demokratis dan sangat terstruktur,” kata Anita. 

Anita mengatakan apabila melihat tiga alasan yang ia sebutkan di atas, gelar yang lebih cocok untuk Soeharto adalah diktator, bukan pahlawan. 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Usman Hamid mengatakan Gus Dur dan Nurcholish Madjid atau Cak Nur menjadi penjahat apabila Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. 

Usman mengatakan banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang berpendapat kalau Soeharto benar dijadikan pahlawan, maka tokoh-tokoh reformasi seperti Amien Rais, Gus Dur, hingga Cak Nur adalah penjahatnya. 

“Cak Nur bahkan yang paling dicatat dalam sejarah. Dia lah yang mengatakan kepada Presiden Soeharto bahwa mahasiswa menginginkan agar Soeharto turun,” kata Usman.

Usman bercerita, saat semua orang menuntut reformasi, Soeharto tidak paham apa itu reformasi. Ia malah membentuk Dewan Reformasi dan merekrut orang-orang dekatnya duduk di dewan itu, termasuk Cak Nur. Soeharto pun heran kenapa Cak Nur menolak. 

“Kata Cak Nur, Pak Harto tahu tidak apa yang dimaksud mahasiswa itu reformasi. Tidak tahu. Yang diinginkan oleh mahasiswa dengan reformasi adalah Pak Harto turun,” ujar Usman. 

Sehingga, kata Usman, kalau Soeharto adalah pablawan, maka Cak Nur, Amin Rais, dan Gus Dur adalah penjahat. 

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia ini mengatakan, makna kepahlawanan jadi semakin absurd apabila Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah dijadikan pahlawan. 

“Makin absurd. Siapa yang sebenarnya pahlawan? Siapa yang pengkhianat?” tuturnya. 

Read Entire Article