UNSOED Kembangkan Dawet Ayu dalam Penerapan Teknologi Cetak Pemasak Semi-Otomatis

1 month ago 70
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
UNSOED Kembangkan Dawet Ayu dalam Penerapan Teknologi Cetak Pemasak Semi-Otomatis UNSOED Purwokerto jalin berkolaborasi dengan Politeknik Banjarnegara dorong dawet ayu yang dikenal sebagai ikon kuliner Banjarnegara. Produk tersebut, mengangkat potensi lokal memperluas jangkauan pemasaran ke luar kota.(Dok Unsoed)

UNIVERSITAS Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto berkolaborasi dengan Politeknik Banjarnegara untuk mengembangkan dawet ayu yang dikenal sebagai ikon kuliner Banjarnegara, Jawa Tengah. Kolaborasi itu dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) 2025, yang didanai Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Para pedagang setiap harinya mampu memproduksi dawet ayu mencapai ratusan porsi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan masyarakat lokal. Namun di balik popularitasnya, terdapat tantangan besar yakni proses produksi masih manual, belum memiliki standar mutu, kapasitas produksi terbatas, hingga pemasaran yang masih mengandalkan pelanggan lama.

Ketua Tim Pelaksana Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Prof Rifda Naufalin, mengatakan program ini memasuki tahun pertamanya langsung menyasar tiga aspek utama antara lain produksi, manajemen, pemasaran hingga ketiganya terbukti menjadi akar masalah menghambat pengembangan usaha dawet ayu.

"Kolaborasi dengan Politeknik Banjarnegara untuk mendorong dawet ayu yang dikenal sebagai ikon kuliner Banjarnegara bersama tim anggota Rumpoko Wicaksono, Icuk Rangga Bawono hingga Dwi Ari Cahyani, serta mitra utama program dawet ayu 'Mba Ida' dan penyedia peralatan produksi peralatan dawet 'RF' di Banjarnegara," katanya, Senin (24/11).

Prof Rifda Naufalin mengungkapkan, transformasi produksi yang dilakukannya dari manual ke semi otomatis salah satu capaian terbesar di tahun pertama hadirnya alat pencetak dan pemasak dawet semi otomatis berkapasitas 20-40 liter. Namun, alat ini dirancang khusus oleh tim Unsoed untuk menjawab masalah berupa kapasitas produksi yang hanya berkisar 10 kg per hari dan kualitas produk yang belum konsisten.

"Alat berbahan stainless steel food-grade dilengkapi pengaduk otomatis, kontrol suhu, dan sistem pencetakan yang lebih higienis. Penerapannya langsung memberi dampak nyata, kapasitas produksi mitra meningkat dua kali lipat, dan bentuk cendol menjadi lebih seragam," ujarnya.

Menurut dia, tim Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menyusun standar operasional prosedur (SOP) produksi sangat rinci, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pemasakan, pencetakan, penyimpanan dawet melalui SOP ini menjadi acuan baku bagi seluruh anggota paguyuban hingga produksi lebih higienis dan mutu lebih terjamin.

"Dawet kekinian telah masuk pasar anak muda dan mampu bersaing di era minuman modern hingga tim melakukan inovasi dengan mengembangkan dua varian yakni dawet ayu ready to drink dalam kemasan botol berlabel dawet fungsional berbasis bunga telang dan kecombrang, kedua tidak hanya menambah daya tarik visual, tetapi menyasar segmen pasar lebih muda lebih dinamis hingga produk baru ini menjadi langkah awal pengembangan pasar online dan offline lebih luas," katanya.

Menurutnya, perbaikan manajemen usaha UMKM yang lebih rapi dan terukur, mitra sebelumnya tidak memiliki logbook produksi, laporan keuangan, perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan membuat usaha sulit berkembang. Karena, tidak ada data untuk evaluasi dan melalui beberapa pelatihan hingga kini mampu menyusun logbook produksi harian, bulanan membuat pencatatan keuangan lebih sederhana, menghitung HPP secara akurat, serta memahami dasar perencanaan usaha. Perubahan ini membuat UMKM dawet ayu makin siap berkembang secara profesional dan pemasaran digital tersebut, dilakukan dari pasar tradisional ke dunia online meski awalnya hanya mengandalkan pembeli dan setelah pelatihan digital marketing, mitra kini memiliki memiliki akun Instagram, TikTok, video promosi di YouTube, desain katalog, produk konten serta membantu memperluas jangkauan pemasaran ke luar kota.

"Penjualan online mulai meningkat dan memperkenalkan dawet ayu ke pasar yang lebih luas. Program PM UPUD 2025 telah membuktikan teknologi, pelatihan manajerial, dan pendampingan yang tepat dapat mengangkat potensi lokal menjadi produk berdaya saing tinggi. Dawet Ayu bukan hanya minuman tradisional, tetapi kini berkembang menjadi produk modern yang memiliki standar kualitas dan strategi bisnis kuat," pungkasnya. (AD/E-4)

Read Entire Article