Liputan6.com, Jakarta - Ketertarikan pada seseorang yang sudah memiliki pasangan sering kali menimbulkan konflik batin dan rasa bersalah. Banyak orang bingung apakah harus menekan perasaan itu atau membiarkannya berkembang.
Dilansir dari marriage.com, perasaan seperti ini sebenarnya wajar karena ketertarikan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Menurut konselor kesehatan mental berlisensi, Kristen K. Scarlett, jatuh hati atau merasa suka pada seseorang tidak selalu berarti ada niat buruk untuk merusak hubungan orang lain.
"Mengembangkan perasaan suka pada seseorang adalah hal yang wajar dan umumnya tidak berbahaya, bahkan bisa membuat hidup terasa lebih berwarna. Namun, tindakanlah yang bisa merugikan, jadi penting untuk mengakui perasaan itu dan mengendalikan pikiran agar emosi tidak mengambil alih," kata Scarlett.
Meski normal, suka sama pasangan orang bisa memicu rasa cemburu, frustrasi, hingga stres emosional jika tidak dikelola dengan bijak. Karena itu, penting untuk punya kesadaran diri serta batasan moral agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Apa Saja Perasaan yang Muncul?
Fenomena ini juga sering menimbulkan rasa bersalah karena dianggap tabu di masyarakat. Namun, Scarlett menekankan bahwa memiliki perasaan suka sama pasangan orang tidak sama dengan bertindak. Kesadaran inilah yang bisa membantu seseorang lebih objektif dalam mengelola emosinya.
Menyukai seseorang yang sudah berkomitmen kerap memicu emosi yang campur aduk. Beberapa di antaranya:
1. Cemburu
Perasaan ini sering muncul karena kamu berharap mendapat perhatian atau kasih sayang dari orang tersebut, meski pada akhirnya hanya sebatas fantasi.
2. Euforia
Ada pula rasa berbunga-bunga setiap kali melihat atau memikirkan orang yang disukai. Bahkan, perasaan ini bisa memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang.
Gabungan emosi seperti ini bisa membuat situasi terasa rumit, apalagi jika tidak dikelola dengan baik. Mengenali apa yang kamu rasakan adalah langkah awal untuk memahami dirimu sendiri dan menentukan cara meresponsnya dengan lebih dewasa.
Batas antara Perasaan dan Tindakan
Perasaan suka terhadap pasangan orang bukanlah sebuah kesalahan karena perasaan sering kali muncul secara alami dan di luar kendali kita. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menyikapi rasa itu.
Menurut Scarlett, masalah mulai muncul ketika seseorang melampaui batas, seperti merayu, mencoba memisahkan, atau bersikap terlalu intim dengan orang yang sudah berpasangan. Hal ini bisa melukai banyak pihak.
"Jika perasaan itu terus berlanjut dan menyebabkan tekanan, ini bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi kembali keterlibatanmu dalam hidup mereka dan mencari cara untuk melindungi kesejahteraan semua pihak," ujar Scarlett.
Intinya, suka sama pasangan orang adalah hal yang manusiawi, tapi bagaimana kita bersikap jauh lebih penting. Mengendalikan diri, menghormati batasan, dan menjaga kesejahteraan semua pihak adalah kunci agar perasaan itu tidak berubah menjadi masalah.