
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan sejumlah menteri ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/8).
Pemanggilan itu aksi demosntrasi di sejumlah daerah pada Jumat (29/8), ekses dari peristiwa polisi melindas seorang supir ojek online (ojol) hingga meninggal dunia pada Kamis (28/8).
Kapolri, Panglima TNI dan menteri-menteri terkait diminta untuk melakukan evaluasi dari peristiwa tersebut.
"Baru saja kita bersama bapak panglima dan beberapa menteri terkait dipanggil oleh Bapak Presiden, untuk melaksanakan evaluasi terkait dengan perkembangan situasi terkini,"jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam ketnferensi pers di Kopi Koneng, Sentul, Sabtu (30/8) sore.
Kapolri menegaskan kembali terkait dengan masalah pengamanan dan penanganan terhadap 7 (tujuh) orang yang kemarin melindas sopir ojol hi gga tewas, akan dilakukan secara cepat dan maraton.
"Proses penanganan oleh propam kemarin sudah berlangsung. Dan saya sudah perintahkan untuk dilaksanakan secara cepat, marathon, sehingga kemudian bisa segera diinformasikan pada masyarakat,"katanya.
Selama proses penanganan berlangsung, pihaknya juga meminta Kompolnas, Komnas HAM untuk bisa mengakses dan mengikuti.
"Kemarin kadit propam sudah menyampaikan bahwa dalam waktu satu minggu, harus siap untuk melaksanakan sidang etik dan tidak menutup kemungkinan bahwa juga ada ruang apabila memang ada kesalahan yang harus kita proses secara pidana," pungkasnya.(DD/P-3)