Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan melindungi hak masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat di muka umum, merujuk pada aksi damai 25 Agustus dan 28 Agustus.
“PPI Dunia mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sipil dalam menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan instrumen hak asasi manusia internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia,” kata pernyataan PPI Dunia di Jakarta, Jumat.
PPI Dunia mencatat bahwa sebanyak 351 orang, termasuk 196 anak di bawah umur yang hingga pernyataan ini dirilis PPI Dunia masih belum dibebaskan pada aksi unjuk rasa tersebut.
“Peristiwa ini mencerminkan adanya indikasi serius pelanggaran hak asasi manusia serta pengingkaran terhadap konstitusi Republik Indonesia yang menjamin hak kebebasan berpendapat dan berekspresi bagi seluruh warga negara,” ucapnya.
Sembari menegaskan bahwa suara pelajar adalah bagian penting dari suara rakyat, PPI Dunia menyerukan solidaritas seluruh pelajar Indonesia di manapun berada untuk bersatu dalam memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, keadilan, serta kemanusiaan.
Perhimpunan juga dengan tegas menyampaikan penolakan terhadap kebijakan kenaikan tunjangan anggota DPR RI yang dinilai tidak mencerminkan kepekaan sosial dan bertentangan dengan prinsip keadilan di tengah kesulitan ekonomi yang sedang dialami oleh masyarakat luas.
Terkait aksi unjuk rasa yang menyebabkan seorang pengendara ojek daring meninggal, PPI Dunia mengutuk tindakan penggunaan kekuasaan aparat berlebihan dan menuntut investigasi yang transparan, akuntabel, dan independen agar kebenaran dapat ditegakkan.
“Menyerukan kepada pemerintah untuk membuka ruang dialog substantif untuk mendengarkan aspirasi rakyat secara adil dan bijak tanpa mendiskreditkan rakyat,” tambah pernyataan tersebut.
PPI Dunia juga mendorong Komnas HAM dan pihak penegak hukum lainnya untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Dengan mengutip pernyataan Wakil Presiden pertama Indonesia, Moh. Hatta ‘“Apapun yang membuatmu takut, hadapilah”, PPI Dunia mengajak masyarakat Indonesia, terutama seluruh pelajar Indonesia di luar negeri, untuk tetap aktif dan mengawal jalannya demokrasi Indonesia yang adil.
“PPI Dunia menegaskan komitmen untuk selalu berdiri bersama rakyat Indonesia dalam menegakkan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan,” katanya.
Baca juga: PPI Dunia desak pemerintah RI tingkatkan diplomasi di Timur Tengah
Baca juga: PPI Dunia kutuk kekerasan bersenjata dalam konflik Iran-Israel
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.